Dispar Kukar Akan Kenalkan Kuliner Khas Kutai Nasi Bekepor Melalui Dua Event Tahunan di Jawa

img

(Kegiatan Festival Nasi Bekepor yang digelar di Unikarta/pic:tanty)

POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR: Tradisi Nasi Bekepor adalah sebuah makna kebersamaan, dalam tradisi Kutai nasi bekepor merupakan tradisi makan bersama keluarga besar untuk merayakan momen penting.

Dimasak dengan cara tradisional di periuk (kenceng) dan tungku kayu bakar, nasi ini melambangkan kesederhanaan dan kebersamaan. Makanan disajikan di atas pelepah pisang dan disantap bersama-sama dengan tangan disebut

Becarok sebagai simbol kesetaraan dan kekeluargaan. Lebih dari sekadar makan, tradisi ini memperkuat silaturahmi gotong royong, dan pelestarian budaya lokal di tengah arus modernisasi.

Melihat filosofi yang sangat dalam ini, Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) akan membawa tradisi Nasi Bekepor kedalam dua event tahunan yang kerap digelar diluar daerah tepatnya di pulau Jawa. Dua event tersebut yakni Etam Begenjoh di Malang dan Eroh Bebaya di Yogyakarta.

Hal tersebut diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kukar Arianto.

Ia mengatakan kekayaan kuliner khas Kutai Kartanegara, khususnya Nasi Bekepor akan diperkenalkan lebih luas ke berbagai daerah di Indonesia melalui agenda promosi budaya yang selama ini telah digagas Dispar Kukar.

“Nasi Bekepor tak sekadar menu tradisional, tetapi juga menjadi simbol nilai kebersamaan dan kesetaraan dalam budaya masyarakat Kutai,” ujar Arianto saat diwawancarai awak media belum lama ini.

Arianto menilai dengan proses memasak Nasi Bekepor masih dengan metode yang mempertahankan cara tradisional, menggunakan tungku kayu bakar dan periuk tanah liat.

Hingga penyajiannya pun khas yakni di atas pelepah pisang dan disantap bersama-sama dengan tangan dalam tradisi Kutai disebut becarok. Ia menilai hal tersebut perlu terus dilestarikan.

“Saya melihat ini sebagai bentuk nyata pelestarian budaya. Untuk itu, kami akan merekomendasikan agar kegiatan mahasiswa Kukar yang di Malang maupun Yogyakarta turut menampilkan Nasi Bekepor, agar lebih dikenal di luar daerah,” jelasnya.

Plt. Kadispar Kukar tersebut juga beranggapan pengenalan Nasi Bekepor sebagai salah satu langkah agar tradisi tersebut tidak hilang ditelan zaman.

Sehingga diperlukan sebuah pertunjukan budaya yang berfokus untuk menonjolkan kekhasan budaya Kukar kepada khalayak luar.

“Konsepnya akan kami integrasikan ke dalam dua agenda tahunan yang difasilitasi Dispar Kukar, yaitu Etam Begenjoh di Malang dan Eroh Bebaya di Yogyakarta. Dua event ini memang menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan seni, budaya, serta kuliner khas Kukar secara nasional,” tambahnya.

Melalui langkah ini, Arianroberharap Nasi Bekepor bisa menjadi ikon kuliner yang tak hanya dikenal di Kalimantan Timur, tetapi juga di kancah budaya nasional.

“Nanti kita coba tampilkan, semacam ekshibisi, supaya masyarakat luar tahu bahwa Kukar punya budaya kuliner yang khas,” pungkas Arianto. (Adv/Tan)